Hari Jadi Ke 46 PDAM Surya Sembada Surabaya 2022, Dirut PDAM: Bergerak Lebih Cepat, Melayani Lebih Baik

585

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya Ir. Arief Wisnu Cahyono, S.T., mengatakan dengan semarak hari jadi ke 46 PDAM tahun 2022 ini berbagai kegiatan seperti seminar memperkuat kompetensi internal. Tujuan itu, tersistemkan management anti penyuapan.

“Tagline kami pada hari jadi ke 46 PDAM yakni, bergerak lebih cepat, melayani lebih baik. Kami berharap, dengan momentum seperti ini sangatlah bagus untuk terus bergerak, untuk melayani kepada para pelanggan,” ujarnya kepada faktaindonesia.co.id disela wawancara, Minggu (27/11).

Selain itu, tambah Arief, dalam hari jadi ke 46 PDAM juga melaksanakan launching sistem aplikasi berbasis IT. Ini dilakukan dalam rangka untuk pelayanan lebih baik.

“Semuanya kita lakukan melayani pelanggan PDAM untuk menjadi lebih cepat dan baik,” katanya.

Penyesuaian tarif air PDAM itu, lanjutnya, tidak akan memberatkan warga miskin di Surabaya. Rencananya, penyesuaian tarif penggunaan air berdasarkan klasifikasi sebagai berikut. Pertama untuk luas bangunan 36 meter persegi yang kini dinaikkan menjadi 45 meter persegi, dengan lebar jalan kurang dari 3 meter dan menggunakan daya listrik 900 watt.

Maka itu, penggunaan air 0-10 meter kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp. 350, pada saat ini digratiskan. Kemudian, penggunaan air mulai dari 11-20 meter kubik, yang dulunya dikenakan biaya Rp. 600 sekarang menjadi gratis.

“Untuk penggunaan air mulai dari 21-30 meter kubik dengan luas bangunan sama, yang dulunya membayar biaya Rp. 900 kini menjadi hanya Rp. 600 per meter kubik. Secara rata-rata yang dibayarkan harganya turun,” ungkap Dirut PDAM Arief.

Klasifikasi berikutnya, disampaikan kembali, kelompok rumah yang jalan depan rumahnya selebar 3-5 meter dengan luas bangunan rumah 36-45 tetapi kurang dari 120 meter persegi, yang dulunya penggunaan air mulai dari 0-10 per meter kubik senilai Rp. 500, sekarang menjadi gratis. Masih dengan ukuran luas bangunan yang sama, penggunaan air 11-20 per meter kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp1.200 kini turun menjadi Rp 900.

Berikutnya, penggunaan air di atas 20-30 per meter kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp 1.900, kini menjadi Rp 1.200. Secara rata-rata, rumah yang luasnya mencapai 45 akan tetapi kurang dari 120 meter persegi, baik itu depan rumah jalannya berukuran 3-5 meter itu harganya juga turun.

“Ini klasifikasi yang nantinya akan disesuaikan dengan SK Gubernur Jatim,” imbuh Arief.

Diluar dari kelompok yang disebutkan itu, Arief menambahkan, nantinya harga akan disesuaikan dengan nominal tarif Rp 10.000 per meter kubik. Harga tersebut hanya dikhususkan untuk bangunan komersial seperti bandara dan pelabuhan. Nantinya harga paling terendahnya, semua akan menjadi Rp. 2.600 per meter kubik.

“Jadi harga di luar kelompok yang di luar subsidi akan menjadi Rp. 2.600 untuk harga terendah,” pungkasnya. (ynt/ries)

iklan bawah berita