Ratusan Peserta Sosialisasi Ejaan Disempurnakan Edisi Kelima Digelar, Begini Kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jatim

610

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Sosialisasi Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V), kembali dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jatim, bertempat di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (23/11).

Tujuan dari layanan ahli bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknik (Kemendikbudristek) RI menyelenggarakan itu, agar kedepannya bahasa Indonesia lebih dikembangkan dalam kegunaan, maupun cara pemakaian oleh masyarakat sekitar.

Sosialisasi EYD V dapat dilakukan secara luring yang menghadirkan sejumlah ratusan peserta. Upaya ini nantinya, bahasa Indonesia agar lebih bermartabat, serta modern, sehingga selalu ada pemutakhiran baik sisi kamus besar, kaidah maupun ejaan dapat dikembangkan.

“Kami berharap, peran masyarakat harus mengetahui,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Jatim, Umi Kulsum dalam keterangannya.

Menurutnya, untuk sosialisasi ini bukanlah bagi kalangan masyarakat saja, namun peran insan pers, para guru, praktisi, dan akademisi juga tak kalah penting agar dapat memahami ejaan bahasa Indonesia.

“Upaya kami supaya dapat diketahui terkait perubahan, sudah dilakukan pada ejaan yang disempurnakan,” tutur dia.

Pihaknya telah merincikan dalam ejaan sudah sempurna, meliputi penambahan kaidah baru, perubahan lainnya dari penyajian, maupun penambahan diakomodasi pengguna bahasa Indonesia itu lebih fleksibel (mudah) ketika dalam penulisan.

“Supaya kita memudahkan dalam menulis, terutama mengetahui pada ejaan dengan memakai bahasa tulis,” ujar Umi Kulsum kepada faktaindonesia.co.id.

Dia meminta, ratusan peserta turut hadir tersebut, setelah mengikuti sosialisasi EYD V agar dapat memberikan penyampaian kepada kerabat, dan koleganya. Begitu juga, peran guru sangatlah penting, karena bisa disampaikan langsung siswa-siswinya agar mahir menggunakan bahasa Indonesia dengan baik.

“Saran kami, bagi asosiasi guru bahasa Indonesia, mereka memiliki keanggotaan cukup banyak, agar dapat disebarkan terkait kegiatan sosialisasi ini,” pesan Umi Kulsum.

Sementara itu, di tempat yang sama, Tirto Adi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Sidoarjo juga mengapresiasi diadakannya sosialisasi tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya menilai, hal sedemikian sangat penting sekali. Karena, Tirto menyebut, berdasarkan faktual di lapangan, ternyata sebagai bangsa mestinya harus mahir, hingga menguasai berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Oleh karenanya, Ia mengaku, itu masih perlu penguatan. Contohnya, sering dijumpai pada penggunaan kalimat ketika surat menyurat, banyak terjadi kalinya belum menguasai kaidah bahasa Indonesia. Sehingga, Kadispendik berpesan, agar sistem penggunaan huruf kecil, huruf kapital, tanda koma perlu diperhatikan lagi.

“Sosialisasi seperti ini, kita bisa di imbaskan bagi semua kalangan. Maksimal harapan kita bereslah,” kata Tirto Adi. (ynt)

iklan bawah berita