Camat Gubeng Surabaya Gaungkan Sosialisasi Peredaran Rokok Ilegal, Ada Apa?

568

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Sosialisasi penegakan hukum terkait peredaran rokok ilegal atau Gempur Rokok digaungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Melalui sosialisasi digelar pada Aula Kantor Kecamatan Gubeng Surabaya tersebut, bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ciri-ciri, maupun cara untuk melaporkan adanya peredaran rokok ilegal.

Sosialisasi itu akan dilaksanakan mulai tanggal 15 November 2022 di 31 kecamatan se Surabaya. Sasarannya nanti, kepada tokoh masyarakat (Tomas), perangkat RT/RW, sejumlah toko kelontong, hingga pedagang kaki lima (PKL) di Surabaya.

“Kami sosialisasikan dengan targetnya ke para pedagang di wilayah kecamatan agar dapat memahami ciri rokok ilegal. Dengan demikian, bisa mengetahui ciri itu seperti, pita cukai palsu, pita cukai bekas, lalu perbedaan pita cukai yang diterbitkan, serta rokok polos tanpa cukai,” kata Kasatpol PP Kota Surabaya, Drs. Eddy Christijanto, M.Si., dalam keterangannya, Kamis (17/11).

Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya juga menggandeng beberapa instansi terkait diantaranya, Bea Cukai Juanda, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Polrestabes Kota Surabaya.

Sebab, lanjut Eddy, sosialisasi itu tidak hanya membahas mengenai rokok konvensional (tembakau), melainkan juga peredaran rokok elektrik.

“Kita berharap, masyarakat bisa melapor ketika ada peredaran rokok ilegal yang tidak sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan. Masyarakat bisa menghubungi hotline Bea Cukai pada nomor 1500225 atau menghubungi Command Center 112,” paparnya.

“Kami akan menindaklanjuti itu. Yang lebih penting adalah, menyampaikan informasi. Karena, sasaran kita produsen rokok ilegal dan pedagang pasti akan informasikan,” tambah Eddy.

Sementara, Camat Gubeng Kota Surabaya, Eko Kurniawan Purnomo menambahkan, masyarakat di lingkungan Kecamatan Gubeng bisa memahami mengenai ciri rokok ilegal. Maka, dia mengharapkan, jika mengetahui peredaran rokok ilegal, segera melaporkan.

“Kita meminta agar melapor peredaran rokok ilegal yang tidak memiliki cukai, ini perlu diketahui oleh Tomas, masyarakat, maupun para PKL dapat mengenali,” pungkas Eko. (ry/ynt/mnf/ries)

iklan bawah berita