Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Geram Terhadap Camat Tegalsari, Gara-gara Ini

570

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Kabar mengejutkan Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Ir. H. Armuji, M.H., melakukan inpeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan Tegalsari Surabaya. Sidak Armuji telah menanggapi laporan warga terkait arogan seorang Camat Tegalsari Drs. Kartika Indrayana.

Diketahui faktaindonesia.co.id, Sabtu (5/11/2022), hasil dari unggahan akun resmi TikTok @cakji, pemilik akun Wawali Kota Surabaya Armuji, bahwa warganya telah melapor terkait adanya rencana pemagaran halaman masjid.

“Isunya itu, halaman masjid sekitaran Kecamatan Tegalsari maunya akan di pagar,” ungkap warga.

“Ini halaman masjid sekitaran Kecamatan Tegalsari mau di pagar,” tanya Wawali Kota Surabaya Armuji. Kemudian, di jawablah oleh warga secara bersamaan, Iya. Lalu, Ini kan bangunan masjid semua pak,” sebut warga kembali, kepada Armuji pada postingan akun TikTok @cakji sekitar 8 (delapan) jam lalu.

Mendapat laporan warga seperti itu, Armuji merasa geram terhadap camat tegalsari.

“Wah, Camat Indra ancene gak karu-karuan,” cetus Armuji dalam unggahan Tiktok tersebut.

Bahkan, sebut salah satu warga, jika camat tegalsari Indra, disinyalir tersangkut masalah hukum.

“Bekas’e tersangka pak, didadekno (dijadikan) camat,” tutur warga memakai pakaian kemeja abu-abu, sembari memberitahu kepada Wawali Armuji.

Oleh karena itu, Armuji menyampaikan pada lokasi masjid itu tidak boleh di pagar.

“Ini masjid ya, ini lokasi masjid, jangan di utik-utik ya. Boleh, beda agama boleh tapi jangan meresahkan warga seperti ini,” tegasnya.

“Jadi, camat indra ya toh, tolong untuk lokasi sekitar masjid berdekatan dengan kantor kecamatan tegalsari jangan di pagar.

Karena, halaman masjid untuk ibadah sholat harus menghargai, jangan menimbulkan keresahan yo, Indra Camat Tegalsari,” pesan Armuji secara tegas.

Ditempat yang sama, dari salah satu warga turut geram dengan melontarkan kata-kata kurang etis Gateli kepada Camat Tegalsari Indra.

“Baru kali ini, ya ini Camat Gateli. Bahkan, tidak pernah sowan,” gerutunya warga yang memakai kaos berkerah warna merah itu.

Selanjutnya, warga memberitahu ke Wawali Kota Surabaya Armuji bahwa, kendaraan kapolda jatim yang parkir sebelah halaman masjid telah di foto.

“Dan juga mobilnya bapak kapolda parkir disitu (sebelah halaman masjid) di foto’i,” sebut warga dengan tubuh tambun.

Kemudian, mendengar laporan warga itu, Armuji merasa kaget dibuatnya terkait peristiwa tersebut.

“Bapak Kapolda di foto’i, yang sholat juga di foto’i,” tanya Armuji kembali, dan dengan serentak para warga menjawabnya, iya.

Lebih lanjut kata Armuji, halaman masjid ini jangan di pagar. “Ngomongno (bilangkan) indra, wani (berani) gak ngomong (bilang) indra kon (kamu), masjid iki ojok di pagar yo, masjid iki untuk sholat. Yang bangun juga semuanya masjid,” kata Armuji kepada perwakilan pegawai kecamatan tegalsari, agar untuk disampaikan oleh camat tegalsari Indra.

“Nggak berani ngomong itu, onok pak Armuji wedih iku,” sorak seruan warga kepada pegawai kecamatan tegalsari.

“Ojok (jangan) semena-mena, sek (masih) camat ae semena-mena, omongno (bilang) (camat) aku seng mrene, sampek (kalau) di pager ribut. Ini keluhan warga ya, bukan rekayasa, bukan dikondisikan, tapi kondisi camat’e yang baru pindah dari kecamatan bubutan, yaitu camat indra seperti ini, warganya mengeluh.

“Lek gak ngunu (kalau begitu) (camat-red) kongkon (suruh) telfon aku yo, sampek (jikalau) iki diterusno ribut iki,” tandas Armuji. (ynt/mnf/ries)

iklan bawah berita