Hadapi Resesi Global 2023, Wakapolri : Polisi Selalu Siap Melakukan Pemeliharaan Keamanan

592

Jember || faktaindonesia.co.id – Tahun 2023, perekonomian global diperkirakan akan menghadapi resesi global, perekonomian di berbagai negara akan mengalami keruntuhan, banyak perusahaan bangkrut dan PHK pekerja secara besar-besaran Tentu hal ini tidak menutup kemungkinan adanya dampak kerawanan dan tindakan kriminal ditengah masyarakat.

Menyikapi hal ini, Wakapolri Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono,M.Si, ditemui disela-sela menghadiri pengukuhan gelar 2 Profesor Guru Besar Universitas Negeri Jember yaitu Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H. dan Prof. Dr. drg. Sri Hernawati, M.Kes pada Sabtu (29/10/2022) menyatakan, bahwa Polri akan siap dalam menciptakan rasa aman ditengah masyarakat.

“Terkait prediksi akan adanya resesi ekonomi secara global tahun depan,kami polisi selalu siap, karena tugas polisi adalah melakukan pemeliharaan keamanan, penegakan hukum dan juga mengayomi masyarakat,” ujar Wakapolri Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono,M.Si.

Wakapolri juga menjelaskan, bahwa selama ini setiap anggota Polisi sudah dibekali langkah-langkah cara pengamanan baik dalam situasi kondusif maupun situasi yang kurang kundusif. “Setiap anggota polisi sudah dibekali cara-cara dalam mengendalikan pengamanan, baik dalam situasi yang kondusif maupun situasi yang genting, mereka sudah dibekali dengan pelatihan-pelatihan, termasuk seperti saat ini dimana polisi sudah terlatih dalam melakukan pengamanan kegiatan G20 di Bali,” ujar Wakapolri.

Wakapolri juga tidak memungkiri, bahwa pada resesi ekonomi, akan berdampak pada tingkat keamanan ditengah masyarakat, oleh karenanya, Polri akan mendata potensi-potensi kerawanan, serta persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui cara penindakan, sehingga Polri bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya. “Polri akan mendata potensi-potensi yang timbul dari resesi ekonomi, termasuk persoalan yang muncul, untuk mencari cara penindakan, sehingga bisa ditemukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya,” ujar Wakapolri.

Acara pengukuhan gelar 2 guru besar Universitas Negeri Jember ini, juga dihadiri oleh sejumlah Menteri, diantaranya Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly, Menkopolhukam Mahfud MD, Ketua MK Anwar Usman, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dan Para Petinggi dari Kementerian/ Lembaga termasuk Plt. Dirjen Imigrasi Widodo Ekatjahjana juga hadir. (red)

iklan bawah berita