Ribuan Siswa MAN Surabaya Ikuti HSN 2022 Berlangsung Khidmat

717

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya melaksanakan peringatan upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2022 dengan diikuti kepala madrasah, guru dan karyawan, serta sebanyak 1.234 siswa-siswi.

Kepala MAN Kota Surabaya Drs. H. Fathor Rakhman, M.Pd., menyampaikan dalam suasana memperingati HSN tanggal 22 Oktober 2022 marilah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang semoga rahmat, berkah, dan perlindungan senantiasa menyertai semuanya.

Melalui keputusan presiden (Kepres) nomor 22 tahun 2015 menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri. Penetapan itu merujuk dicetuskannya Resolusi Jihad.

“Resolusi jihad itu berisikan fatwa kewajiban berjihad demi pertahankan kemerdekaan Indonesia. Kemudian, melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 silam, yang diperingati dengan Hari Pahlawan,” kata Fathor Rakhman, disela membacakan amanah dari Menteri Agama (Menag) RI, H. Yaqut Cholil Qoumas saat upacara peringatan HSN 2022 berlangsung di MAN Kota Surabaya, Sabtu (22/10).

Sejak ditetapkan tahun 2015, setiap tahunnya selalu rutin menyelenggarakan peringatan HSN pada tema yang berbeda. Fathor Rakhman menyatakan bahwa, untuk tahun 2022 ini peringatan HSN bertemakan Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan. Artinya, bahwa santri dalam kesejarahan selalu terlibat aktif dalam fase perjalanan Indonesia.

Maka itu, lanjutnya, ketika Indonesia memanggil, para santri ini tidak pernah mengatakan tidak. Namun, dengan berbagai latar belakang bahwa santri siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

“Ketika Indonesia masih dijajah, para santri tersebut turun ke medam laga. Berperang melawan penjajah dengan menggunakan alat perlengkapan senjata bambu runcing,” ujarnya.

Masih kata Fathor Rakhman, dalam peringatan HSN bukanlah milik santri semata. Hari santri merupakan milik kita semuanya. Oleh karena itu, dengan merayakan dengan cara Napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia.

“Kita bersama mendoakan para pahlawan yang utama dari kalangan ulama, kiai, dan santri telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama,” tuturnya. (ynt/adv)

iklan bawah berita