Kadindik Surabaya Yusuf Masruh Bakal Tindaklanjuti SMPN Dengan Penarikan Infaq, Ada Apa?

506

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M., mengatakan terkait dengan penarikan infaq kepada anak didik di SMPN Surabaya, pihaknya menanggapi dan akan mengeceknya terlebih dahulu.

“Saya cek dulu, sebenarnya infaq untuk apa, itu juga bagian dari pembagian karakter, lah sekali lagi fungsi itu infaq untuk apa,” tutur Yusuf Masruh, Selasa (18/10).

Oleh sebab itu, pihaknya bakal menindaklanjuti melakukan pembahasan terkait penarikan infaq pada setiap SMPN tersebut.

“Secara umum, saya akan bahas bersama kepala sekolah, beserta guru terkait penarikan infaq terhadap murid,” tegas Kadispendik ini.

Sehingga, Yusuf merasa heran dengan fungsi penarikan infaq tersebut untuk siapa. Bahkan, hal ini harusnya tidak saling memberati, karena apa? Itu pembelajaran.

“Kalau merasa keberatan dari penarikan infaq, kan kasihan para siswa-siswi maupun wali muridnya,” ujar dia.

Apalagi, lanjutnya, jika kalau sampai wali murid merasa keberatan dengan penarikan infaq. maka, bagaimana cara pembelajaran ini tidak saling memberangkatkan.

“Menurut saya, jangan melihat siswa saja, tapi dibelakangnya bagaimana, kalau dari orang tua merasa keberatan, saya enggak setuju, kan kasihan, ya apapun itu saya kurang setuju,” tegas Yusuf kembali.

Menurut Yusuf, jika pihaknya melakukan pengecekan, maka khawatirnya semua sekolah SMPN nantinya merasa takut.

“Nanti, pembentukan karakter tidak berjalan, tetapi kalaupun tidak saya cek, juga disalahgunakan,”cemasnya.

Diketahui sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewanti-wanti kepada lembaga pendidikan jenjang SMPN agar tidak dibolehkan melakukan penarikan, berupa infaq, serta shodaqoh kepada siswa-siswi. Apalagi, kata dia, jenjang SMPN tersebut, merupakan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Kalau jenjang SMPN wajib (fardhu ain) sudah tidak boleh ada namanya bayar macam-macam, seperti uang gedung, lembar kerja siswa (LKS). Meskipun itu bayar infaq, dan shodaqoh,” tegas Eri Cahyadi. (ynt/ry/mnf/ries)

iklan bawah berita