Siswa PGRI 1 Kota Surabaya Ikuti ANBK, Begini Pelaksanaannya

563

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 1 Kota Surabaya mengikuti pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) tahun 2022. Pantauan dilokasi, siswa SMK PGRI 1 Kota Surabaya mengerjakan soal ANBK tampak berlangsung tertib.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK PGRI 1 Kota Surabaya, Dra. Dwitanti Nuzululliana, M.M., diwakili Wakil Kepala (Waka) Sarana Prasarana (Sarpras) Yayuk, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa, pelaksanaan ANBK pada dasarnya dilaksanakan 4 hari, mulai tanggal 29 Agustus, hingga 1 September 2022, besok. Oleh karena itu, SMK PGRI 1 Kota Surabaya, mengadakan selama 2 hari mulai kemarin tanggal 29 Agustus, sampai sekarang 30 Agustus 2022.

Waka Sarpras SMK PGRI 1 Kota Surabaya Yayuk, S.Ag., M.Pd., saat diwawancarai pelaksanaan ANBK. (dok.faktaindonesia.co.id)

“Pelaksanaan ANBK ini, diikuti siswa kita kelas XI berbagai kejuruan,” kata Yayuk saat diwawancarai faktaindonesia.co.id., Selasa (30/8/2022).

Disebutkan, untuk mata pelajaran (mapel) di ujikan oleh siswanya, survei karakter, literasi, dan numerasi yang juga diikuti oleh bapak ibu guru dengan survei lingkungan.

“Pelaksanaan survei lingkungan inilah bapak ibu guru mengikuti sebelumnya sekitar 2 minggu lalu, jadi semuanya terjadwalkan, sekaligus kepala sekolah turut juga mengikuti survei lingkungan,” terangnya.

“Intinya, semuanya bertujuan untuk pemetaan, bagaimana secara peta sekolah menentukan hasil anak-anak dan guru mengenai lingkungan kita,” tambah Yayuk.

Dengan demikian, lanjutnya, serangkaian ANBK nanti tidak dirasakan dari nilai hasil tidak pada anak, tetapi berdasarkan dari sekolah itu hasil rangkingnya dimana, dan peta sekolah seperti apa.

“Nah, inilah yang dilaksanakan oleh anak-anak kelas XI dan guru ketika mengikuti ANBK tersebut,” tuturnya.

Yayuk mengatakan, siswa kelas XI SMK PGRI 1 Kota Surabaya diikuti terdiri dari 45 anak, hingga sisanya 5 anak cadangan, yang totalnya ada 50 anak.

“ANBK ini ditunjuk langsung dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) Jakarta, muncul siapa saja anak yang telah mengikutinya,” papar dia.

Maka, sambung Yayuk, dengan penunjukan tersebut pihak sekolah tidak bisa memberikan anak yang terbaik.

“Karena inilah dinamakan survei, random acak ditunjuk langsung dari Kemendikbud Ristek RI,” imbuhnya.

Yayuk menambahkan, pelaksanaan ANBK juga mendapat pengawasan monitoring dari guru sekolah lain., Yang terbagi menjadi beberapa sub rayon.

“Kita sub rayon 14, dengan rayon 01 SMK PGRI 1 Surabaya. Nah, kita guru nantinya juga mengawasi monitoring ke sekolah lainnya,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, ANBK 2022 merupakan program penilaian terhadap mutu sekolah di setiap jenjang pendidikan.

Asesmen Nasional adalah, program evaluasi yang diselenggarakan Kemendikbud Ristek untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Asesmen Nasional dilaksanakan dengan 3 instrumen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) siswa. (ynt/mnf)

iklan bawah berita