Minimarket Buka Dekat Pasar Rakyat Dan Melanggar Jam Operasional, Begini Respon Dinkopdag Bersama Komisi B DPRD Surabaya

495

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Lebih sekian banyak minimarket di kawasan Kota Surabaya masih saja didapati pelanggaran jarak 500 meter meter dari pasar rakyat atau pasar tradisional. Tak ayal, pada jam operasional toko modern atau minimarket juga disinyalir telah melanggar peraturan daerah Perda Kota Surabaya.

Diketahui apabila ada minimarket jarak minimal 500 meter dari pasar tradisional, hal tersebut tidak diperbolehkan. Karena ini sudah diatur pada aturan Perda nomor 8 tahun 2014. “Minimal jaraknya minimarket 500 meter dari pasar, tapi kalau kurang dari itu ya melanggar,” tegas Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos dikonfirmasi, Jum’at (19/8).

Menurutnya, bagi minimarket jam operasional yang buka sampai 24 jam, biasanya hanya yang sudah terintegrasi. Jadi, jam operasional itu hanya khusus bagi di lingkungan apartemen, hotel, SPBU dan rumah sakit.

“Nah, kalau selain terintegrasi tidak boleh operasional, maka kami sampaikan jelas itu melanggar,” ungkap Kadis Yos.

Sedangkan, lanjutnya, untuk penambahan outlet minimarket, prosedur aturannya punya perizinan. Syarat-syarat itulah yang dimiliki pihak minimarket harus ada izin.

“Betul diharuskan mempunyai izin, karena untuk IMB (Izin Mendirikan Bangunan) nya berbeda,” tutur Yos.

Terpisah, persoalan perizinan jarak minimarket sangat dekat dengan pasar rakyat, juga menuai kritikan oleh Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz. Dikatakannya, dalam proses verifikasi perizinan tersebut dia sempat heran terkait prosedur yang diperbolehkan oleh Dinkopdag Kota Surabaya.

“Ini yang saya pertanyakan, proses verifikasi izin seperti apa, kan aneh. Bagaimana langkahnya dari Dinkopdag antara jarak minimarket sangatlah dekat dengan pasar rakyat,” ujarnya.

Persoalan ini, sambung Legislator Fraksi PKB, harus dilakukan penutupan oleh minimarket. Bahkan, hal demikian tidaklah bisa sembarangan untuk memberikan izin.

“Ini harus ditutup terkait minimarket yang melanggar. Tujuan itu, agar memberikan efek jera kepada siapapun. Karena, kasusnya sudah terlihat jelas di petanya jarak antara minimarket dan pasar rakyat terlalu dekat,” tegas Mahfudz.

Mahfudz menyampaikan Perda nomor 8 tahun 2014 pada pasal 8 jelas tercantum jarak minimal minimarket dan pasar rakyat sekitar 500 meter. Disitu, tertuang kalau kurang dari itu, menyatakan tidak diperbolehkan operasi. “Jika kalau ada suatu pelanggaran minimarket ya harus ditutup,” geramnya. (ynt/mnf/ries)

iklan bawah berita