Bahas RDP Yayasan Al Mustajabah, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Norma: Kegiatan Belajar Siswa Tetap Berjalan

549

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Norma Yunita menyampaikan, terkait rapat dengar pendapat (RDP) ini bersama pihak Masjid Al Mustajabah sempat terjadi adanya perdebatan.

“Memang tadi penuh perdebatan, karena pihak-pihak terkait sendiri menginginkan yayasan tersebut tetap berdiri untuk Sekolah Dasar (SD) Al Mustajabah,” katanya di ruang Komisi D DPRD Kota Surabaya, Senin (18/7/2022).

Norma menyampaikan bahwa, mereka juga mempermasalahkan perizinan dari SD Al Mustajabah. Dari sisi itu, ada perbedaan antara yayasan Al Mustajabah dengan pendiri SD Al Mustajabah.

“Memang ini diketahui akhirnya, yayasan itulah merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya telah menyerahkan semua ke pemkot untuk segera menyelesaikan. Akan tetapi, bagi siswa kelas 2 SD sampai kelas 6 SD Al Mustajabah nanti akan diserahkan ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.

“Teknis itu, akan kita serahkan ke pemkot untuk dilakukan intervensi kelanjutan,” terang Norma Yunita Politisi perempuan Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Diungkapkan bahwa, persoalan ini sudah lama sekali pada tahun 1977, silam. Sebenarnya, tanah itu di wakafkan diperuntukkan yayasan SD Al Mustajabah. Tetapi, antara pihak SD berdirinya, belum mendirikan yayasan.

“Jadi, SD ini sudah terbentuk, tapi yayasan berkelanjutan, maka izin operasional SD Al Mustajabah belum bisa,” sebut Norma kepada faktaindonesia.co.id.

Namun, tambah Norma, pihak sekitar masyarakat menyebut tanah itu adalah, status hak milik ahli waris keluarganya. Hingga akhirnya disengketakan.

“Awalnya, hanya terbentuk beberapa peta bidang saja. Lalu ada sekitar 7×24 peta tanah terdiri Masjid dan SD Al Mustajabah disitu,”terangnya.

Ketika ditanya soal bukti apakah tanah itu adalah aset pemkot, Norma menuturkan, kalau sementara ini tidak ada. Bahkan, akan dilakukan pengkajian ulang.

“Kami akan lakukan pengkajian kembali bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, bahkan ini sangatlah membingungkan,” imbuhnya.

Norma menambahkan, pihaknya akan lakukan pemanggilan kembali untuk hearing ini. Kalau untuk kegiatan belajar siswa SD Al Mustajabah tetap masih berjalan seperti biasanya.

“Kita akan panggil kembali pihak-pihak terkait, yang pasti anak sekolah SD Al Mustajabah masih berjalan, tapi ada intervensi tidak menerima siswa,” pungkasnya. (ynt/ries)

iklan bawah berita