Komisi B DPRD Jatim Agatha Aspirasikan Peternak Sapi Dampak PMK, Ini Yang Dibahas Bersama Kemenkeu RI

435

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Agatha Retnosari, ST menyampaikan, terkait penjualan penampungan sementara hewan ternak kurban sebelum menjelang Idul Adha, para Satgas (Satuan Tugas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bersama pedagang agar lebih perhatikan tingkat kebersihan lingkungan.

“Kami sampaikan, kalau mengetahui tempat penampungan sementara penjualan hewan kurban di pinggir sungai agar ditertibkan, karena sangat berbahaya kalau sampai kotoran itu masuk di sungai, bisa tercemar nantinya, jadi kita saling menjaga, agar aman semua segi kesehatan,” pesannya, Jum’at (8/7/2022).

Langkah efektif, tambah Agatha, untuk Satgas PMK Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan jajaran Kota/Kabupaten harus lebih pro aktif dalam menyikapi wabah PMK.

“Kami sarankan, jika mengetahui harus menertibkan, kita berfikir jangka panjang, serta kita pun menginginkan bebas penyakit PMK pada hewan ternak,” ucapnya.

Selain itu, kata Agatha, untuk vaksin pada hewan ternak yang masuk di Jatim ada sebanyak 360 ribu telah di prioritaskan. Karena, langkah tetap ini Pemprov Jatim sendiri silahkan mengambil ke Kementerian Pertanian dan Peternakan RI.

Termasuk, sebut Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini, tentang pengadaan obat, maupun vitamin bahwa, Komisi B DPRD Provinsi Jatim kemarin berkunjung ke Kementerian Pertanian dan Peternakan RI juga sudah tersedia jatah khusus Jatim.

“Jatim merupakan lumbung hewan ternak nasional,” tambah Agatha.

Saat melakukan kunjungan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, sambung Agatha, untuk membahas adanya aturan relaksasi terkait persoalan nasib mereka peternak hewan sapi secara merata banyak yang mati ketika menjalankan usaha hampir rata-rata berhutang.

“Jadi, aspirasi ini kami sampaikan kepada Kemenkeu RI agar untuk bunga direndahkan,” tuturnya. (ynt/ries)

iklan bawah berita