Antisipasi Kecurangan PPDB, Kadindik Surabaya: Singkron Dapodik Profil Sekolah

447

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Antisipasi kecurangan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya meminta masyarakat agar terus melakukan pemantauan.

Tujuan pelaksanaan PPDB online warga turut serta bisa memantaunya. Apalagi, jarak antara Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan SMP Swasta sangat berdekatan, serta itupun masih dalam satu lokasi di Surabaya,” terang Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh disela Peresmian Kampung Batik Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jum’at malam (24/6), kemarin.

Dia berpesan, dengan diberlakukan PPDB, tujuan itu kondisional. Kalau jalur zonasi sesuai pada jarak.

“Toh antara sekolah negeri dan sekolah swasta sekarang sama, tidak ada dibedakan,” kata Yusuf kepada faktaindonesia.co.id.

Sehingga, bagi Calon Peserta Didik Baru (CPDB) atau orang tua bagi anak-anaknya belum berkesempatan sekolah ke negeri, dapat juga mendaftarkan masuk ke sekolah swasta.

“Nah, supaya orang tua tidak harus mengejar dan menginginkan ke sekolah negeri saja, serta itu sama di sekolah swasta,” ungkap Yusuf.

Antisipasi suatu kecurangan saat PPDB, sambungnya, pada SMP Negeri menampilkan sudah di ranking, jadi warga bisa saling bersama mengetahui.

Sementara, pihaknya menjamin kalau misalnya para Kepala Sekolah (Kepsek) apabila melakukan kecurangan PPDB. Yusuf menyebut, itu sangat tidak mungkin. Karena, dengan datanya terus disinergikan dan ditindaklanjuti pada profil Dapodik ke sekolah negeri masing-masing.

“Jadi, Dapodik ada di profil sekolah. Nah, cara teknis ini untuk antisipasi data yang kita singkronkan pada data PPDB,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk daftar ulang pun pada sekolah negeri, Yusuf juga mengaku, tengah memakai sistem online. Ini diberlakukan agar wali murid tidak perlu datang ke sekolah, tetapi hanya cukup mengakses online saja.

Kecuali, kalaupun perlu kelengkapan berkas asli legalisir, itu nanti kalau setelah diterima ke sekolah yang sudah terdaftarkan online.

“Jadi, kalau sudah diterima ke sekolah kan, tidak apa-apa untuk kelengkapan berkas. Sehingga, upaya itulah teknis antisipasi kecurangan ketika PPDB,” bebernya. (ynt)

iklan bawah berita