SANTRI PANTI ASUHAN ISTIQOMAH DESA PEPE SIDOARJO : MENGIKUTI PELATIHAN LITERASI DIGITAL Oleh : Dr. Diana Hertati, M.Si

319

SIDOARJO || faktaindonesia.co.id – Teknologi informasi semakin berkembang dengan cepat. Internet menjadi kebutuhan setiap manusia. Hampir setiap orang terhubung dengan internet, baik melalui smartphone ataupun perangkat eletronik yang lain. Informasi yang dihasilkan pada internet semakin banyak dan berkembang tanpa mengenal ruang dan waktu. Teknologi bagaikan dua sisi pisau yang bisa digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. Pentingnya kita memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang beredar secara bebas.

Perkembangan ini mempunyai nilai positif untuk bisa diambil, dan tentu mengantisipasi adanya dampak negatif yang terjadi di masyarakat. Khususnya pembekalan untuk santri di panti asuhan istiqomah dibawah pengelolaan yayasan dompet amanah umat (DAU) desa pepe kecamatan sedati. Kegiatan Abdimas yang dilakukan oleh ibu Diana Hertati dan Pak Dhian Satria Yudha adalah memberikan pelatihan tentang literasi digital. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan memakai informasi dari berbagai sumber.

Seiring perkembangan zaman, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pun kian mutakhir dan mulai dibutuhkan, baik dalam ranah akademik maupun professional. Pak Dhian mengatakan bahwa kegiatan ini menjawab permasalahan yang berkembang di masyarakat, adanya hoax atau berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan beredar di masyarakat. Harapanya santri panti asuhan istiqomah mempunyai kesadaran dan kemampuan untuk bisa memilih dan memilah informasi yang ada di media sosial, agar tidak sekedar ikut-ikutan menyebarkan berita hoax yang merugikan di tengah masyarakat.

Berbagai jenis media sosial yang dimiliki mulai dari instagram, facebook, whatsapp, dan berbagai jenis media sosial lainnya, mempunyai potensi untuk menyebarkan informasi secara bebas. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan program untuk bisa menjembatani dan memberikan edukasi kepada masyarakat dari kalangan akademisi untuk menjelaskan adanya sisi positif dan negatif dari media sosial. Metode pemberian materi pengabdian masyarakat adalah diskusi bersama antara pamateri dari pihak akademisi (dosen) dan santri panti asuhan istiqomah serta sejumlah pengelola asrama untuk memberikan gambaran dan mampu meningkatkan kesadaran dalam literasi digital.

” Harapanya dari kegiatan abdimas ini melalui pemanfaatan teknologi di masyarakat bisa memberikan gambaran, sikap dan prinsip yang dipegang oleh pengguna media sosial agar bisa berfikir sebelum bertindak memanfaatkan media sosial, ujar ibu Diana Hertati.(red)

iklan bawah berita