Disoalkan Ban Truk Sampah Gundul, DLH Surabaya Terkendala Anggaran

364

Surabaya || faktaindonesia.co.id – Kondisi ban truk sampah terlihat halus alias gundul sangat disoalkan diketahui saat melintas di jalan raya. Rupanya, anggaran biaya untuk perawatan ganti ban truk sampah tersebut menjadi kendala, karena anggarannya cuma sedikit.

“Karena duwek’e anggaran mek titik kok, (karena uang anggaran cuma sedikit kok),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro saat dikonfirmasi, kemarin (25/5/2022).

Kemudian yang dianggarkan ban baru, untuk truk sampah ban yang tipis tidaklah sampai jumlahnya ratusan. Sebagian kecil hanya memang perlu diganti.

“Kita butuhkan 100 ban baru buat truk sampah yang sudah halus bannya. Inipun masih belum cukup anggarannya. Sambil melihat penambahan prioritas kita dahulukan,” ungkap Hebi.

Disampaikan, mumpung (selagi) ada sinyal dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, apa saja yang dibutuhkan pada DLH Kota Surabaya. Misalnya, peruntukan anggaran perawatan ban truk sampah saatnya ganti.

“Kita hanya mengatur anggaran mana saja yang diperlukan. Maka, ban halus akan menyangkut keselamatan,” ucap mantan Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya tersebut.

Masih kata Hebi, akan belum penggantian ban truk sampah yang sudah tipis kendalanya pada serapan anggaran untuk fokus penanganan Covid 19 di tahun 2021. Sehingga, semula anggaran biaya perawatan ban, justru buat kesana Covid 19 semuanya.

“Kita akan ganti bannya, jangka waktu antara 1 tahun, 1 kali,” dalihnya.

Namun, saat ditanya besaran jumlah biaya anggaran pada perawatan ban truk sampah itu. Hebi telah enggan menyampaikan keterangan rinciannya.

“Ya engkok kan didelok, gak isok diperkirakan, (ya nanti kan dilihat, tidak bisa diperkirakan). Kita harus berbagi prioritas dengan Dinas lainnya. Kalaupun misalkan, kita sebutkan anggaran sekian, belum tentu,” tuturnya.

Keadaan ban truk sampah tersebut, diakuinya, memang sangat tipis. Nantinya, akan dilakukan penggantian.

“Ya diganti, harus diganti ban kalau sudah tipis. Hampir keseluruhan memang sekarang sudah banyak halus bannya,” imbuhnya. (ynt/mnf/yud)

iklan bawah berita