Seolah Tanpa Pengawasan, Sampah Selokan Tenggumung Wetan Tersumbat

132

Surabaya | faktaindonesia.co.id – Pengawasan dan tindakan memang diperlukan dalam menuntaskan kawasan kumuh di lingkungan Kota Surabaya. Terlebih, terdapat program khusus dalam menuntaskan skala lingkungan zero kawasan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kota Pahlawan. Dengan program tersebut layak dievaluasi. Karena, tolak ukur keberhasilan hingga saat ini masih dipertanyakan.

Fakta dilapangan bahwa, masih saja ditemukan selokan kumuh di wilayah Surabaya sepanjang Jalan Tenggumung Wetan Garuda, kawasan Surabaya bagian utara. Dengan banyak sumbatan sampah itu yang mengalami lumutan seolah-olah tanpa adanya pengawasan.

Selain itu, dalam pantauan di lapangan, tepatnya di lokasi saluran selokan terdapat tempelan stiker pada larangan membuang sampah sembarangan.

Camat Semampir Surabaya, Yongki Kuspriyanto Wibowo, S.Sos., M.M., dikonfirmasi, Rabu (27/4/2022) menyebut untuk saluran selokan di wilayah Tenggumung Wetan seharusnya dibersihkan sendiri-sendiri oleh masyarakat sekitar. Jika ada kendala, pihaknya bakal tidak menolak.

“Sewaktu-waktu satgas kecamatan semampir bisa diterjunkan, cuma satgas dari 5 Kelurahan itu kan banyak, dan sudah terjadwal semua dalam membersihkan selokan masing-masing,” ucap Yongki.

Jika selokan terlihat kumuh seperti itu, dia berdalih, merupakan tanggung jawab masyarakat sendiri. Kecuali, saluran yang besar seperti di Pegirian, dan Jati Purwo.

“Meskipun sudah ada kebijakan Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam hal saluran untuk dibersihkan bersama, tapi bagaimana pun kembali lagi tanggung jawab warga,” ucap Camat Yongki.

Yongki mengatakan, jangan sampai masyarakat menganggap membuang sampah pada saluran kemudian nantinya akan dibersihkan dari pihak Kecamatan Semampir, maupun Kelurahan. Jangan, nah hal itulah yang salah.

“Ini bagian tugas bersama, jangan anggap ada sampah di selokan yang bersihkan tugas kita, ya tidaklah. Misalkan, kita yang bersihkan, lalu masyarakat buang sampah di saluran selokan seenaknya,” bebernya.

Dia menuturkan, banyaknya sampah di selokan itu, kalau dari warga tidak melapor mana tahu. Sebab, kontrolan itu rutin selalu ada. Mengapa? Karena, disitu sudah terbentuk perangkat RT dan RW.

“Tujuannya, saat diketahui ada sampah di selokan, tugas RT/RW inilah melaporkan. Kita rutin lakukan kontrolan tersebut,” ungkap Yongki, mantan Lurah Kalijudan Surabaya ini.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Kecamatan Semampir Surabaya, Muhammad Ali Efendi menyebutkan, sampah saluran selokan setiap hari dan sering kali dibersihkan, hingga dilakukan pengerukan di ambil sampahnya.

“Satuan tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya yang mengambil sampahnya,” ucapnya. (ynt/mnf/ries)

iklan bawah berita