Didampingi Wali Kota Surabaya, Dirjen Kemensos RI Tinjau Penyaluran Bantuan Sosial

92

Surabaya | faktaindonesia.co.id – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) meninjau penyaluran sosial
PKH (Program Keluarga Harapan) BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) Minyak Goreng bersama didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin di halaman Kantor Kecamatan Rungkut Surabaya.

Bukan tanpa alasan, penyaluran bantuan itu 200 keluarga penerima manfaat (KPM) tampak begitu ruang gembira menerima langsung.

BLT Minyak Goreng merupakan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan daya beli masyarakat pra-sejahtera di tengah kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami bersama Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pencairan BLT minyak goreng untuk 3 bulan. Jadi, rinciannya, sebulan Rp. 100 ribu dan sekaligus pada bulan April 2022 ini Rp. 300 ribu,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin yang mewakili Mensos RI Tri Rismaharini, Sabtu (16/4).

Pepen menyampaikan, penyaluran BLT minyak goreng (Migor) ini sudah dilakukan di seluruh Indonesia. Bahkan, saat kick off (memulai) sebelumnya dilaksanakan Presiden Jokowi di Provinsi lain berada diwilayah Jambi kemudian diikuti seluruh Indonesia.

“Kita berharap, sebelum lebaran semua BLT minyak goreng bisa diterima masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

Selain BLT minyak goreng, dalam waktu yang sama juga telah disalurkan bantuan PKH tahap kedua, juga BPNT untuk bulan April 2022 bagi warga Surabaya.

“Insya Allah diharapkan bisa mencukupi untuk lebaran. Totalnya yang diterima sebanyak 85.328 masyarakat Kota Surabaya,” beber Pepen.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kemensos RI atas bantuan yang diberikan kepada warga Kota Surabaya. Dipastikannya, data bansos yang turun dari Kemensos RI, sama dengan dibagikan hari ini.

“Insya Allah pembagian untuk Lansia (lanjut usia) nanti dari BNI (Bank Negara Indonesia) yang menyerahkan di tempat. Sedangkan, yang kuat bisa ambil sendiri,” imbuhnya.

Dia meminta untuk KPM agar manfaatkan bantuan yang diterima dengan bijak. Artinya, bantuan tersebut diharapkan agar dapat digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kami akan terus mendata dan akan kami berikan usaha agar bisa lepas dari MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah),” jelas Eri Cahyadi.

Eri berpesan bagi warga yang belum mendapatkan bantuan sepatutnya bisa dilihat dahulu keadaannya.

“Jadi, apakah masyarakat pantas mendapatkan bantu ini atau tidak. Karena, setelah di survei pendataan dilanjutkan mengkroscek benar, maupun tidaknya,” tuturnya. (ynt/mnf)

iklan bawah berita