LKS SMK Tahun 2022 Resmi Dibuka, Gubernur Khofifah: Kawal Jawa Timur Juara Umum Tingkat Nasional

95

Blitar, faktaindonesia.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Jawa Timur ke-30 tahun 2022 yang diadakan bertempat pada Gedung Kesenian Aryo Blitar.

Agenda pembukaan kegiatan tahunan bagi siswa jenjang SMK tersebut, kemarin (24/3) dilaksanakan tanggal 24 sampai 27 Maret 2022 diikuti sebanyak 53 bidang lomba yang lokasi penyelenggaraan tersebar di berbagai SMK di Jawa Timur, antara lain, Cyber Security, Fashion Technology, IT Software Solutions for Business.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan kepada jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk bisa mengawal Provinsi Jawa Timur menjadi Juara Umum LKS Tingkat Nasional Tahun 2022. Karena, banyak potensi siswa-siswi SMK Jatim yang ditingkatkan. Mulai dari konstruksi, komputer, mekanik dan keterampilan lain yang dibutuhkan pasar.

“Mari kita kawal bersama Provinsi Jawa Timur bisa menjadi juara umum LKS Tingkat Nasional Tahun 2022,” pesannya, Jum’at (25/3).

Khofifah mengatakan, tahun 2020 LKS Jatim menempati peringkat 3, tahun 2021 menempati peringkat 2 jadi selangkah lagi Insya Allah juara umum. Seperti halnya kompetisi science nasional yang dua tahun berturut- turut yaitu tahun 2020 dan 2021 menjadi juara umum tingkat nasional setelah 18 tahun menanti.

Menurut dia, prestasi itu nantinya akan bisa menjadi tolak ukur pengembangan kompetensi bagi siswa SMK. Tidak hanya bagi murid, tetapi juga bagi guru.

“Saya ingin pada saat HUT Pemprov Jatim tahun 2022 ini, dapat kategori terbaik jenis kopetensi tertentu akan diberangkatkan study banding ke luar negeri agar terus menguatkan semangat meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyatakan, kompetensi adalah, bagian yang harus diprioritaskan. Oleh karena itu, Ketua IKA Unair sempat sampaikan jika LKS SMK merupakan bagian penting untuk membangun kompetensi siswa. Baik peningkatakan kualitas dan meningkatkan improvement.

“Sehingga terjadi link and match antara kompetensi yang dimiliki peserta didik di SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh DUDIKA (Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja). Pembelajaran harus berorientasi kepada demand driven, bukan kepada supply driven serta kedepankan project based learning,” paparnya.

Meski pelaksanaan LKS SMK Jatim 2022 masih ditengah pandemi Covid-19, Khofifah telah memberikan apresiasi kepada Dispendik Jawa Timur, atas terselenggara LKS SMK 2022 yang merupakan media untuk perkenalkan karya dan keterampilan siswa SMK.

Melalui ajang ini, sambungnya digadang akan mempersiapkan jawara SMK Jawa Timur yang akan bertanding di kancah LKS tingkat nasional dan membawa predikat juara umum LKS nasional tahun 2022 ke Jawa Timur.

Kemudian, lanjut Khofifah, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatatkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pengangguran terbuka SMK di Jawa Timur mengalami penurunan. TPT bulan Agustus 2020 dicatatkan BPS sebesar 11,89 persen dilanjutkan bulan Februari 2021 turun menjadi 10,41 persen dan di bulan Agustus 2021 kembali turun di angka 9,54 persen.

“Cukup banyak peserta didik SMK kita menjadi startup (wirausahawan muda-red) di masa pandemi Covid-19. Ini semua akan menjadi solusi jitu dan tepat, dimana selain mampu ciptakan pekerjaan untuk dirinya sendiri, juga lapangan pekerjaan bagi lainnya,” ujarnya.

Seiring dengan Pemprov Jatim komitmen mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI), Khofifah mengatakan, jika hal ini telah ditanamkan sejak dini dengan menyediakan SMK Negeri BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).

Dimana saat ini Jawa Timur memiliki SMK Negeri BLUD terbanyak se Indonesia, yakni sejumlah 20 SMK, bahkan sedang berproses tambahan 62 SMK negeri lain yang mengajukan untuk menjadi SMK Negeri BLUD.

“Tentunya, fokus dari SMK BLUD adalah proses pendidikan, hasil yang didapat atas penjualan barang atau jasa itu dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan belajar mengajar, baik belanja bahan praktik maupun peningkatan sarana dan prasarana belajar di sekolah,” tambahnya.

Khofifah juga berharap, GNBBI menjadi salah satu pemicu pemulihan ekonomi dan menjadi wujud nyata implementasi ekonomi kerakyatan. Dimana peningkatan penggunaan produk dalam negeri di Jawa Timur tahun 2022 diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 persen hingga 5,8 persen,” imbuhnya.

Sementara, Kadispendik Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengucapkan apresiasi kepada Gubernur Khofifah yang merumuskan kesetaraan pendidikan antara SMK, SMA dan SLB melalui kurikulum vokasi. Dimana justru terobosan itu pekan lalu mendapat penghargaan tingkat ASEAN dari organisasi Menteri Pendidikan se ASEAN.

“Program ini dirumuskan dalam kebijakan rencana jangka menengah memberikan culture. Nantinya, perbandingan SMK dan SMA ini yakni 70 persen dibanding 30 persen,” terangnya.

Masih kata Wahid, lantaran Gubernur Khofifah melihat fakta jika lulusan SMA melanjutkan ke Perguruan Tinggi hanya dikisaran 33 persen. Sementara 67 persen sisanya, berpotensi menjadi pengangguran.

“Maka, Gubernur memberikan kurikulum vokasi pada siswa SMA di Jatim. Saya minta kepada seluruh Kepala Sekolah tidak perlu menunggu status double track, tapi mendouble trackan sendiri. Double track kami garap serius, termasuk membangun jejaring perusahaan agar mensuport pendidikan dan tempat magang yang diharapkan meemberikan porsi cukup,” tukasnya. (Ynt/Mnf)

iklan bawah berita