Tinjau EHB BKS di SMA Negeri dan Swasta, Begini Kata Kadindik Provinsi Jawa Timur

116

Surabaya, faktaindonesia.co.id – Beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta telah dikunjungi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan tersebut dilakukannya, untuk meninjau Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EHB BKS) pada sejumlah SMA di Surabaya yang digelar selama 4 (empat) hari kemarin, 7-10 Maret 2022.

“Tujuannya, mengukur capaian para siswa siswi kelas XIII. Dengan sistem pembelajaran Hybrid (Metode Daring-red), yaitu, secara tatap muka serta pembelajaran jarak jauh. Capaian kompetensi sampai di mana, kita mengukur dalam EHB BKS ini,” kata Kadindik Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Jum’at (11/3).

Evaluasi belajar, kata Wahid, untuk mengukur kualitas pendidikan pada masing-masing sekolah. Sehingga, bisa diketahui perbedaan kualitas antar sekolah.

“Kita ingin agar tidak terjadi disparitas (Perbedaan) yang tinggi antar sekolah. Termasuk juga disparitas antar mata pelajaran (Mapel). Jadi, Misalkan Mapel matematika di sekolah A mendapatkan nilai jelek, ternyata di sekolah lain nilai bagus seperti itu,” terangnya.

Selain itu, sambung dia, evaluasi tersebut untuk persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada tahun 2021 lalu, lulusan SMA asal Jawa Timur yang masuk PTN se Indonesia melalui jalur SNMPTN terbanyak. Jalur SBMPTN pun terbanyak. Pemegang kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah terbanyak.

“Kita berupaya prestasi yang dicapai dapat terus ditingkatkan,” pinta Wahid.

Dia juga menegaskan, evaluasi belajar bukan penentu kelulusan. Adapun penentu kelulusan adalah, ujian satuan pendidikan. Masing-masing sekolah diberi kewenangan melakukan ujian sendiri untuk menentukan kelulusan para murid.

“Ujian satuan pendidikan inilah akan dilaksanakan tanggal 21 Maret 2022 mendatang. Sedangkan, pelaksanaan evaluasi tetap menggunakan protokol kesehatan (Prokes) per kelasnya hanya terisi setiap 18 murid,” tuturnya. (Mnf)

iklan bawah berita