Kepsek SMPN 1 KUNJANG Berharap Perundungan Disekolah Tidak Terjadi

139

Kediri, faktaIndonesia.co.id – Tidaklah sedikit dampak negatif Bully (intimidasi) anak kalangan pelajar kerap kali dilakukan di sekolah. Maka, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Sekolah SMPN 1 Kunjang kabupaten Kediri selalu lebih mengingatkan terhadap para murid, maupun kepada sejumlah guru.

“Sesuai program dari Kemendikbudristek RI, bahwa, perundungan dan kekerasan tidak akan terjadi,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Kunjang Kabupaten Kediri, Bapak Mashuri saat ditemui wartawan FaktaIndonesia ( Kamis, 27/01/2022.

Mashuri mengatakan, ” program ini diterapkannya dengan cara jemput bola. Artinya, dengan cara ini dapat proaktif untuk menyelesaikan permasalahan terkait Perundungan atau kekerasan disekolah. Karena, mengingat kalangan remaja atau usia pelajar sangatlah rawan sekali baik antara sesama teman dan lain sebagainya.

Maka itu, langkah yang dia terapkan agar tidak terjadi tersebut, setiap kegiatan belajar mengajar diberikan bekal materi Anti Bullying.

Insyaallah ini nantinya, akan ada pemahaman kepada semua murid, dan tidak sampai terjadi pada sekolah kami,” ujar Mashuri.

Untuk antisipasinya, dia mengaku, selalu memberikan sosialisasi seputar Anti Bullying kepada murid agar tidak terjadi perundungan dan kekerasan.” ungkap Mashuri

Selain itu, dikatakan kembali, tugas fungsi Guru BK (Bimbingan dan Konseling) ini perannya tidak hanya sebagai mengatasi permasalahan pada sekolah, itu bukan. Tetapi, mereka (Guru BK-red), inilah merupakan sahabat murid sebagai menerima keluhan atau curhat saat kegiatan belajar mengajar kedepannya.

Begitu pula, peran Wali Kelas baginya sangat berdominan. Mengapa? Peran merekalah, sebagai pengganti orang tua para murid saat di sekolah. Sehingga, si anak agar lebih mendapat perhatian oleh Wali Kelas, dan sekaligus bertanggung jawab akan situasi, serta kondisi selayaknya saat anak mendapat perhatian orang tua ketika di rumahnya.

“Misalnya, ketika ada suatu permasalahan apapun bisa mengadu kepada Wali Kelas masing-masing. Sehingga, termasuk jika terjadi perundungan dan kekerasan dapat dimungkinkan hal ini tidak terjadi. Karena, ada suatu komunikasi yang baik,” tuturnya.

Menurutnya, saat terjadi permasalahan sekecil apapun, nantinya dapat menjalin komunikasi sebaik mungkin. Kami lakukan langkah terbaik, sehingga jangan sampai terjadi suatu timbul masalah.

“Kami sampaikan, jika tidak ada masalah, maka dapat berkompetisi mengeksplor dirinya untuk menuju prestasi,” papar Mashuri. Dia pun menyampaikan, pada masa kepemimpinan sekitar satu tahun lebih tingkat prestasi diraihnya sangat luar biasa.

“Kami meminta, satu siswa harus satu prestasi dalam menggelora pada diri anak masing-masing. Oleh sebab itu, diharapkan tidak terjadi Perundungan kepada semua siswa siswi, maupun guru, dan saya sendiri sebagai kepala sekolah,” pesannya.

Mashuri mengharapkan, perlunya harus betul dapat dipahami. Maksimal, mampu membuat konsep sekolah nyaman atau betah. Dengan demikian, nanti tercipta nuansa sekolah yang asri. Maka, setelah semuanya terkonsep berjalan, hanya tinggal tingkatkan kualitas prestasi.

“Kami sangat tidak menghendaki Bullying atau Perundungan di SMPN 1 KUNJANG terjadi di sini, dan itupun tidak akan terjadi. Tapi, menerapkan kebersamaan itulah menjadikan prestasi ataupun dampak hal yang positif,” pungkasnya. (yud)

iklan bawah berita