Bupati Kediri Mas Dhito Pimpin Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana

177

Kediri, faktaindonesia.co.id – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana S.H memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana.
Bertempat di Lapangan Paron, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri kegiatan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Kamis (27/1/2022).

Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini kita berada pada musim penghujan. Dalam sambutannya, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menjelaskan berdasarkan rekomendasi dari BMKG Jawa Timur menyampaikan bahwa puncak musim penghujan tahun 2022 berada pada bulan Februari.

Terkait data BMKG, Mas Dhito menyampaikan untuk musim hujan saat ini mengalami peningkatan intensitas curah hujan, hal ini dikarenakan adanya pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan curah hujan hingga 20 sampai 70 persen.

“Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada puncak musim penghujan maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,” himbau Mas Bup (sapaan akrab Bupati Kediri, red).

“Untuk mengantisipasi hal tersebut diingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun ancaman badai tropis lainnya,” imbuhnya.

Oleh karena itu dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi baik sumber daya manusia maupun peralatan yang akan dipergunakan untuk antisipasi dalam rangka menghadapi bencana alam tahun 2022 di wilayah Kabupaten Kediri maka dilaksanakan apel bersama seperti saat ini, selain itu pelaksanaan apel ini merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk melakukan sinergi dan konsolidasi dalam penanggulangan bencana.

Mas Dhito menyampaikan bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi, namun kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana tersebut.

Pelaksanaan apel ini juga menjadi momentum pengukuhan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri masa bakti 2021–2026.

“Perlu kita ketahui bersama bahwasanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Kediri,” jelas Bupati Kediri.

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) terdiri dari keterwakilan unsur – unsur pentahelik. Adapun unsur – unsur pentahelik tersebut adalah pemerintah, perguruan tinggi/akademisi, dunia usaha, media dan masyarakat/relawan.

“Kita menaruh harapan besar dengan adanya Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri akan tercipta akselerasi upaya  pengurangan risiko bencana serta mewujudkan masyarakat Kediri yang tangguh bencana,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sangat baik ini Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mendistribusikan peralatan penanggulangan bencana berupa 1 buah gergaji mesin kepada masing- masing kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri.

Diharapkan dengan peralatan penanggulangan bencana berupa 1 buah gergaji mesin dapat di gunakan sebagai upaya pengurangan risiko bencana maupun upaya cepat penangganan darurat dampak bencana angin kencang/puting beliung.

“Ini salah satu bukti komitmen kita bersama dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana,” terang Bupati Kediri.

Berdasarkan data BMKG, meningkatnya intensitas bencana alam hidrometeorologi karena dipengaruhi beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan pengaruh perubahan iklim global.

Dan tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian masyarakat serta pembangunan nasional.

“Melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi tersebut maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat ini memasuki puncak musim penghujan,” himbaunya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, ada beberapa penekanan yang disampaikan Bupati Kediri kepada para peserta apel, sebagai berikut :
1. Tingkatkan sinergitas antar stakeholder baik ditingkat kabupaten maupun wilayah kecamatan dan desa dalam rangka upaya pencegahan, mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,
2. Lakukan pengecekan terhadap seluruh peralatan penanggulangan bencana dan sar yang dimiliki oleh masing-masing instansi dan organisasi relawan agar peralatan tersebut siap pakai pada saat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana alam,
3. Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal.
(Bond)

iklan bawah berita