KPPBC Kediri Gelar Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2021

79

Kediri, faktaindonesia.co.id – Pencapaian kinerja Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kediri selama tahun 2021 diuraikan saat konferensi pers yang bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Bea Cukai Kediri dan dipimpin langsung oleh Kepala KPPBC TMC Kediri, Sunaryo, pada Rabu (19/12/2022).

“Di tahun 2021, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebanyak Rp 32.876.261.089.066,-,” ungkap Sunaryo pada awal penjelasannya.

Sunaryo juga menambahkan, bahwa selama tahun 2021 Bea Cukai Kediri berhasil melakukan asistensi UMKM. Dengan demikian, pihaknya bisa memetakan UMKM  di wilayahnya, dimana ada 180 pelaku UMKM di Kabupaten dan Kota Kediri.

Dari sisi community protector, pengawasan dan penindakan terhadap barang ilegal juga terus meningkat. Selama tahun 2021, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri telah berhasil melakukan 124 penindakan. Dari jumlah itu, 5 di antaranya ditindaklanjuti sampai ke tahap penyidikan.

KPPBC tipe Madya Cukai Kediri juga melakukan tindakan preventif untuk menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal.

“Di antaranya, dengan melakukan sinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemanfaatan DBHCHT di bidang penegakan hukum, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, serta kegiatan pengumpulan informasi peredaran rokok ilegal dan operasi pasar bersama bea cukai dengan pemerintah daerah,” tuturnya.

Ada lagi pemusnahan terhadap barang kiriman pos yang melanggar ketentuan impor selama 2021 sebanyak 233 barang, yang meliputi berupa sex toys 79 paket, obat-obatan tanpa izin 137 paket, serta sparepart kendaraan kondisi bekas sebanyak 17 paket, dengan total nilai Rp 73.240.272,-.

Saat diwawancarai Sunaryo juga mengungkapkan, penyumbang terbanyak penerimaan cukai KPPBC TMC Kediri berasal dari pabrik rokok. Dan PT. Gudang Garam masih menjadi kontributor terbesar penerimaan sektor cukai di Kediri. (rz/88GG)

iklan bawah berita