Atas Dasar Kemanusiaan, Warga Desa Tertek Pare dan Paguyuban Pedagang CFD Gumul Gotong-Royong Benahi Rumah Mbah Kuat

179

Kediri, faktaindonesia.co.id – Mbah Kuat, sosok pria renta sebatang kara yang lahir atas nama “Kuat” pada tahun 1965 silam. Sekuat namanya menjadikan sosok bapak tua sebatang kara ini kuat dalam menjalani hidup dengan segala keterbatasannya. Beliau hidup sendiri di gubuk kecil reot yang berada di tanah tegal milik salah satu warga setempat, tepatnya di Desa Tertek RT 01 RW 04 Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
 
Pada Minggu (9/1/2022), para pedagang yang tergabung dalam paguyuban CFD Gumul, menggalang bantuan yang diberi nama “Gerakan Satu Bungkus Nasi” yang dikumpulkan di koordinator aksi. Selaku koordinator aksi dan juga Ketua Paguyuban Pedagang CFD Gumul yaitu Wiwit, salah satu pedagang nasi bakar dan pentol pedas yang ada di area CFD gumul.

Sosok Mbah Kuat, Foto: Didik

Selanjutnya nasi hasil donasi dari para pedagang SLG tersebut akan dibawa ke lokasi bedah rumah di Desa Tertek, Kecamatan Pare, untuk konsumsi warga yang sedang bergotong royong membangun rumah layak huni buat mbah Kuat.

Pukul 08.20 WIB awak media Fakta Indonesia tiba di lokasi bedah rumah, terlihat sosok pria tua kelahiran 57 tahun silam ini menunjukkan puing-puing bekas reruntuhan rumahnya yang sudah dirobohkan. Di sana juga sudah terlihat beberapa warga saling bahu membahu mendirikan kerangka rumah dari bambu.

Berdasarkan keterangan Parman selaku ketua RT setempat, Mbah Kuat sebenarnya bukan warga asli dari lingkungan RT yang dipimpinnya yaitu RT 01 RW 04. Menurut data yang tertera di KTP, Mbah Kuat tercatat sebagai warga di RT 02 RW 03 Desa Tertek, Kecamatan Pare.

“Karena Mbah Kuat yg hanya hidup sebatang kara setelah ditinggal wafat istrinya, dan tidak memiliki anak, maka ada salah satu warga yang merelakan sepetak tanahnya untuk dijadikan tempat tinggal pria tua ini,” terang Parman.
   
Bedah rumah ini sendiri merupakan inisiatif sendiri dari warga sekitar, dan dibangun ala kadarnya yang penting lebih layak dari sebelumnya. Dan semua merupakan hasil dari swadaya warga.

Berhubung tanah yang ditempati Mbah Kuat ini bukan miliknya sendiri, maka pihak desa tidak bisa mengikutkan dalam program bedah rumah dari pusat. Dikarenakan terkendala syarat administrasi kepemilikan tanah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dimas (Kepala Dusun), Mahfud, Wahyu, As’ad, Qirom (anggota LPMD), Ridwan, Wandi, Alif, Aripin (perwakilan dari LSM Formasi setempat).

Berdasarkan keterangan Mahfud, salah satu anggota LPMD, untuk kebutuhan material berupa kayu dan lain-lain, pihaknya sudah berkoordinasi juga dengan Kepala Desa Tertek, Suratmin, yang kebetulan berhalangan hadir karena ada acara di luar.

Wandi perwakilan dari LSM setempat kepada awak media Fakta Indonesia mengatakan, “Walaupun secara administrasi kependudukan Mbah Kuat itu boro, bukan asli warga Tertek Pare, tapi semua ini dilakukan warga sekitar atas dasar kemanusiaan. Agar pria tua sebatang kara ini bisa hidup di tempat yang layak di masa sisa hidupnya,” ucap Wandi.

“Usia senja yang membuatnya tidak mampu bekerja ini memaksa Mbah Kuat hanya bisa hidup dengan mengandalkan belas kasihan dari warga sekitar untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari,selain dari bantuan sembako yang di terimanya dari pemerintah lewat desa setempat,” imbuhnya.
     
Mahfud menyampaikan, “Apabila ada para donatur yang ingin menyumbang untuk kelangsungan hidup Mbah Kuat, bisa disalurkan satu pintu melalui Ketua RT 01 RW 04, atau bisa koordinasi langsung dengan pihak Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri,” terangnya.

Dalam sela-sela proses pembangunan rumah layak huni Mbah Kuat, Parman dan warga setempat mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Paguyuban Pedagang Simpang Lima Gumul atas bantuannya, semoga semua bisa menjadi amal jariyah buat kita semua. (Dk)

iklan bawah berita