Hindari Anti Bullying, Ini Program Yang Diterapkan SMP NU Bahrul Ulum

101

Gresik, faktaindonesia.co.id – Salah satu cara menghindari perundungan dan kekerasan pada anak atau siswa, yakni menumbuhkan rasa senang serta bahagia saat berada di sekolah.

Pernyataan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP NU Bahrul Ulum, Luqmanul Hakim, S.Pd. itu disampaikan saat diwawancarai wartawan,” Jum’at (7/1).

Anti Bullying kali ini, kata Luqmanul Hakim, menindaklanjuti intruksi oleh Yayasan senantiasa tumbuhkan rasa senang ketika di sekolah. Oleh karenanya, kita merintis program yang sudah diterapkan pada sekolah, adalah Ramah Anak dan Ramah Lingkungan.

“Kami buat mereka sekolah di sini (SMP NU Bahrul Ulum), mencari ilmu terasa senang dan nyaman,” ungkapnya.

Adapun intruksi Yayasan, sambung dia, juga menghimbau para guru agar tidak memberikan hukuman fisik kepada anak saat berlangsung belajar mengajar. Karena, jika itu sampai terjadi, membuat mental pada anak menjadi trauma.

“Selalu kami tekankan pada guru jangan sampai anak mendapat hukuman fisik. Bahkan, ini upaya kita hilangkan itu semua,” pesan Luqmanul Hakim.

Menurut Luqmanul Hakim, akan upaya menghindari Anti Bullying pihaknya terus melakukan sosialisasi memberikan pemahaman terhadap para siswa siswi. Caranya, bagaimana hidup rukun dan penuh kebersamaan.

“Kita lebih lakukan pendekatan persuasif ya kepada setiap anak, dengan melalui Guru BP (Bimbingan Penyuluhan), maupun Waka Kesiswaan inilah agar mentiadakan yaitu, Anti Bullying.

Lebih-lebih, saya selalu menekankan kepada guru bahwa, jangan menghukum murid saat mereka keliru atau kurang faham pada mata pelajaran. Tetapi, yang kami inginkan lebih pendekatan, atau bila perlu menanyakan pada teknis guru masing-masing.

“Jadi, kalau memberikan hukuman murid, yang di khawatirkan, ialah akan dapat mudah di contoh oleh anak lain, dan itupun jangan sampai terjadi,” pesannya.

Luqmanul Hakim berpesan, dengan menerapkan Anti Bullying pada sekolah anak akan terbiasa saling tumbuh rasa menghormati antar sesama atau sebaliknya.

“Bekal ini agar tidak terjadi, dengan selalu mengadakan kegiatan keagamaan, yang tujuannya mereka mendapat pencerahan,” pungkasnya. (hyt/yud)

iklan bawah berita