Tindak Tegas ODOL di Jalan Tol, Ini Kata Kasat PJR Polda Jatim

78

Surabaya, faktaindonesia.co.id – Kepala Kesatuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Jawa Timur AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengatakan, untuk pelaksanaan Ops Lilin Semeru 2021 kemarin, tetap menghimbau agar mematuhi peraturan lalu lintas ketika berkendara.

“Himbauan itu bagi siapapun, baik saat berada di jalan tol, maupun di jalan raya. Sehingga, jangan sampai ketika berkendara membahayakan orang lain. Keselamatan paling utama,” pesan AKBP Dwi Sumrahadi, ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/1/2022).

Dia menegaskan, bagi pengendara melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi. “Bisa juga sanksi itu berupa teguran, tetapi kalau keterlaluan melanggar, ya kita berikan sanksi tegas tilang maupun penyitaan kendaraan,” kata AKBP Dwi.

Pasca pelaksanaan Ops Lilin Semeru 2021 terkait pelanggaran dan sanksi, AKBP Dwi mengaku, dari anggotanya belum menerima laporan. Terlebih, pada kendaraan melebihi kapasitas muatan atau over dimension over load (ODOL) juga tidak melintas pada jalan tol dan jalan raya.

Menurutnya, kalaupun ada kendaraan ketika melintas di jalan raya itu bukan kami yang menindak. Tetapi, tugas tersebut adalah, para Kasatlantas wilayah masing-masing.

“Kami hanya fokus memberikan penindakan pada ODOL di jalan tol saja,” ungkap Dwi.

Disampaikan, pelanggaran kasat mata pada kendaraan ODOL akan mengedepankan penertiban. Dengan itulah, yang pasti akan diberikan sanksi tilang, bahkan proses penyidikan.

Akan tetapi, kata Dwi jika sering berulang kali melanggar, kami sita atau menahan kendaraannya. Tanpa terkecuali, anggota kami perintahkan untuk menyita kendaraan hingga batas waktu pada proses persidangan, baru kendaraan itu kita kembalikan,” tegas dia. (vf/yud)

iklan bawah berita