Ini Program Camat Ngoro Pasca Kejadian yang Ada di Wilayahnya

257

Jombang, faktaindonesia.co.id – Telah terjadi kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur pada Sabtu (25/12/2021), kasus persetubuhan tersebut dilakukan oleh KTJ (51), terhadap korban sebut saja bunga, umur 8 tahun, pelajar sekolah dasar, tempat kejadian di salah satu ruangan di Kantor Desa, status KTJ adalah sebagai sopir mobil Desa.

Berdasarkan dari informasi, kejadian tidak terpuji tersebut sudah berlangsung pada Tahun 2017, dari Tahun 2017 antara korban dengan pelaku memang sudah dekat, seperti orang tua sendiri, karena tempat tinggalnya berdekatan maka korban sering diajak pelaku jalan-jalan.

Pada Sabtu (25/12/2021) KTJ menjanjikan kepada korban untuk diajak jalan-jalan ke kolam renang tapi tidak jelas dimana kolam renangnya. Korban mencari KTJ di warung, kebetulan diwarung banyak warga tetapi KTJ tidak ada, lantas KTJ memanggil korban yang ada di warung dari kejauhan, lalu korban langsung diajak dan ternyata korban diajak di salah satu ruangan di Balai desa, dan KTJ melakukan perbuatan tidak terpuji itu terhadap korban.

Beberapa warga yang ada diwarung, mencurigai gelagat KTJ, yang katanya mau diajak ke kolam renang ternyata belum ada 1 jam korban sudah kembali. Warga berusaha mencari tahu dan bertanya kepada korban tentang apa yang dilakukan KTJ terhadap korban, kemudian warga melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua korban, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut di Polres Jombang, dan pihak kepolisian melakukan penyidikan serta penahanan terhadap KTJ atas perbuatanya.

Pada Selasa (04/01/2022) tim kami mendatangi balai desa tempat kejadian dan mengkonfirmasi kepada Kepala Desa tentang kejadian tersebut. Kepala desa membenarkan tentang adanya kejadian tidak terpuji tersebut yang dilakukan oleh KTJ terhadap korban. Meskipun Kepala Desa terkesan enggan untuk dimintai keterangan.

Pada hari yang sama tim kami juga melakukan koordinasi kepada Yaumassyifa, SH. M. Si selaku Camat Ngoro, tentang kejadian yang terjadi di salah satu balai desa yang ada di wilayahnya. Tim kami menanyakan tentang tindakan apa yang dilakukan pasca kejadian tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Camat Yaumassyifa mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya sudah merencanakan program, tidak hanya di tingkat Desa tetapi juga di Pondok Pesantren, mengingat di Jombang banyak terdapat pondok pesantren, karena di pondok pesantren banyak santri yang menginap di asrama.

“Program tersebut antara lain adalah membuat pembinaan POSKESTREN (Program Kesehatan Pondok Pesantren) dan ada program pembinaan lain dari MUI, dan kami juga menghimbau untuk pihak Pondok Pesantren juga harus terbuka tentang pendataan santrinya kepada pemerintah yang ada di wilayah kami, jangan sampai tertutup,” terang Yaummasyifa.

“Program ini tentunya melibatkan seluruh lintas sektoral, diantaranya Kepala Desa, Polsek, Koramil, Ormas, Puskesmas dan masih banyak lagi. Program tersebut rencananya mulai dilakukan pada tanggal 6 Januari 2022 dan rencananya dilaksanakan setiap hari Jumat. Dengan adanya program tersebut kami memberikan undangan untuk melakukan rapat koordinasi kepada lintas sektoral,” pungkas Camat Yaummasyifa. (AZ88/GG)

iklan bawah berita