Pimpin Apel Akhir Tahun, Gubenur Jawa Timur Khofifah: ASN Dilarang Ajukan Cuti

70

Surabaya, faktaindonesia.co.id – Gubernur Jawa Timur mengajak seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Jawa Timur untuk bisa menatap dan membekali diri di tahun 2022 dengan penuh rasa optimis.

Dia menyampaikan, Semangat Jawa Timur Tahun 2022, adalah Semangat Optimis Jatim Bangkit. Jika kita mengambil tagline tahun 2021, yakni Jatim Bangkit.

“Saya berpesan, menatap tahun 2022 dengan penuh optimis. Sehingga, tagline kita, adalah optimis Jatim Bangkit,” kata Gubenur Khofifah Indar Parawansa, disela-sela usai memimpin gelar apel di halaman kantor Pemprov Jawa Timur, Senin (27/12/2021).

Diungkapkan Khofifah, banyak makna tersirat dalam harapan menatap tahun 2022, yakni rasa optimis, bahwa Jawa Timur bisa bangkit, bisa sehat, dan bisa sukses memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Jawa Timur.

Diharapkan, menjadi kesempatan untuk refleksi akhir tahun terhadap semua kinerja jajaran di Pemprov Jawa Timur selama 2021. Bahkan, penanganan pandemi Covid19, serta kesiapsiagaan bencana alam masih menjadi fokus utama Pemprov Jawa Timur.

Terlebih, lanjut kata Khofifah, menjelang tahun baru 2022 kepada seluruh ASN untuk tidak melakukan cuti ataupun perjalanan keluar kota, terkecuali untuk alasan yang mendesak.

Hal ini seperti tertuang pada surat edaran nomor 800/7840/204.3/2021 tanggal 6 desember 2021 tentang larangan bepergian dan mengajukan cuti pada hari libur natal 2021 dan tahun baru 2022 bagi pegawai ASN di lingkungan Pemprov Jatim pada masa pandemi Covid19.

Larangan tersebut, tak lain halnya demi mencegah penyebaran Virus Covid19 varian Omicron yang telah masuk ke Indonesia.

“Kita masih harus sangat mewaspadai penyebaran Virus Covid19 varian Omicron. Omicron ini sendiri menjadi kewaspadaan di semua negara,” tutur Khofifah.

Dia berpesan, kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, Rumah Sakit, termasuk Rumah Sakit Darurat Lapangan, hingga relawan pihaknya meminta untuk tetap di siagakan.

Karena itu, pada surat edaran Gubernur Khofifah menekankan, ASN dilarang mengajukan cuti maupun perjalanan ke luar kota atau luar negeri.

“Jadi, yang boleh izin mereka dalam kondisi darurat akan melahirkan dan perjalanan dinas,” tegas dia.

Bahkan, Gubernur Jawa Timur kembali berpesan, secara khusus agar seluruh ASN bisa terus menjaga protokol kesehatan dengan selalu siaga kesiapan masker dimanapun berada.

Maka, para ASN harus tetap menjadi contoh masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. “Saya minta untuk bisa selalu sedia stok masker di kendaraan masing-masing, jika bertemu warga tidak memakai masker, tolong berbagilah masker tersebut,” ujarnya.

Gubernur Khofifah kembali meminta kesiapsiagaan seluruh OPD dalam menghadapi bencana alam akibat fenomena La Lina. Menurut dia, kesiapsiagaan itu sangat dibutuhkan dan bukan hanya menjadi tanggung jawab dan ranah OPD terkait, tetapi kerjasama dinas lain amat sangat diperlukan.

Hal ini, sambungnya, tak lain sebagai upaya percepatan penanganan jika terjadi bencana alam. Oleh karena itu, melalui percepatan diharapkan penanganan dan pemberian bantuan bisa menjadi tepat sasaran bagi warga membutuhkan.

“Tidak hanya wilayah BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, tetapi saya meminta kita semua bergandeng tangan memberikan perlindungan dan penyelamatan kepada masyarakat sesuai kapasitas, kemampuan kita,” pinta Gubenur Khofifah. (vf/yud)

iklan bawah berita